Berdasar
sumber yang saya baca Bird Watching adalah sebuah kegiatan pengamatan terhadap
burung-burung dengan mata telanjang, dibantu oleh alat pengamatan seperti
teropong binokular atau dengan mendengar suara burung. Istilah Bird Watching
pertama kali dipakai pada tahun 1901, sedangkan kata bird sendiri mulai
digunakan sebagai kata kerja di tahun 1918.
Dari
tahun ke tahun telah banyak lomba-lomba Birdwatching yang diadakan,
masing-masing dengan ciri khasnya sendiri. Sebenarnya apakah inti dari
perlombaan tersebut. Apa saja sih yang dilakukan saat di perlombaan bird
watching. Saat berada pada lokasi atau spot yang ditentukan pastilah kita
dengan sabar menunggu dan mengamati daerah sekitar jikalau ada burung yang
mampir atau cuma lewat saja. Saat ingin melakukan pengamatan kita perlu
memperhatikan beberapa point penting. Menurut buku Mc Kinnon (kitabnya
Birdwatchers) seperti ini tips pengamatan :
1. Mengenakan pakaian yang tidak mencolok,misal warna hijau tua, atau
hitam agar tidak mengganggu aktivitas burung.Hindari warna putih
4. Pada saat pengamatan burung
lakukan perjalanan yang lambat, berusaha untuk tidak melewatkan obyek satupun
karena banyak burung seperti paok, sempidan, anis dan ayam hutan sangat waspada
dan dapat mendengar suara asing dari jauh,sehingga akan cepat menghilang
sebelum dilihat.Namun perjalalanan cepat dan tidak berisik perlu dilakukan juga
ding..agar burung semacam itu tidak terlewatkan.
5. Bersabar menunggu sambil beristirahat juga hal yang menguntungkan
sambil mengamati sekitarnya.
6. Minimalkan pembicaraan dengan teman.
7. Membuat catatan lapangan pada saat pengamatan untuk mencatat hal-hal
yang penting seperti waktu pengamatan, lokasi, burung yang masih asing, dan
tingkah laku ataupun tentang makanannya.
8. Sebaiknya dalam kelompok birdwatching hanya terdiri dari 2-5 orang
saja.
Gambar. Pengamatan Burung
Yang saya soroti dalam
hal ini adalah mengenai etika pengamatan saat lomba. Tak sedikit peserta, baik
itu yang professional atau bahkan yang masih baru sering sekali melupakan etika
pengamatan, stressing pointnya di sini adalah dalam menjaga ketenangan dalam
melakukan pengamatan, ambil saja contoh, tim A berangkat dengan peralatan yang
lengkap, mulai dari kamera dengan lensa sepanjang laras senapan, atau alat
bantu lain yang lengkap, bersamaan dengan itu berangkat juga tim B dengan
peralatan seadanya, mungkin cuma binokuler atau kamera digital biasa. Pada
suatu kesempatan, hinggaplah seekor burung di atas pohon. Sontak peserta
langsung fokus, melakukan pengamatan, dengan lensa yang canggih tim A langsung
membidik si burung dan jepret, gambar burung langsung tersimpan di memori
mereka. Mereka pun langsung heboh dengan kawan satu timnya membicarakan
mengenai hasil jepretan tersebut. Di sisi lain, tim B dengan peralatan
seadanya, dan mungkin masih awam juga, berusaha mengamati dan menghafal cirinya
utnuk diidentifikasikan. Karena kebisingan dari tim lain, akhirnya burung itu
pun kabur. Nah tim B belum menyelesaikan pengamatan, di sini siapa yang
dirugikan?
Nampaknaya etika pengamatan
perlu ditekankan lagi dalam pelaksanaannya baik bagi pemula maupun yang sudah
lama jam terbangnya, terlebih jika pengamatan itu dilaksanakan bersama-sama
individu atau kelompok lain (Misalnya dalam perlombaan Birdwatching). Kalau peraturan dan etika dilaksanakan, tak
akan ada pihak yang merasa dirugikan, Salam Birdwatcher!.(chol)